KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
178. Gregorius IX (1227-1241)
Gregorius lahir di Anagni (Latium) dari bangsawan Segni. Dulu bernama Ugolino. Ia adalah keponakan dari Paus Innosentius III. Terpilih menjadi paus pada 21 Maret 1227 pada usia hamper 80 tahun. Ia seorang penganut Hukum Kanon dan seorang diplomat yang berjiwa praktis. Paus Gregorius juga mengalami banyak penderitaan akibat arogansi dan keangkuhan Frederikus II, tetapi ia menghadapinya dengan gigih sampai Frederikus harus menemui ajalnya sebagai suatu pembebasan. Paus Gregorius mengekskomunikasikannya dua kali: yang pertama karena Frederikus meninggalkan Perang Salib dan lari pulang ketika wabah pes menyerang pasukannya (1227); yang kedua: pada tahun 1239, karena ia tidak meninggalkan Sisilia seperti yang telah ia janjikan. Kegagalan Frederikus untuk melepaskan Sisilia akhirnya menimbulkan serentetan pertempuran berdarah antara bangsa Guelph dan Ghobellins. Inilah yang menjadi alas an sehingga dia diekskomunikasi.
Paus Gregorius berjasa besar terhadap perluasan Universitas Roma dan terhadap pemberian status istimewa dan independensi atas Universitas Paris. Tetapi di atas semuanya itu, namanya terkait erat dengan institusi inkuisisi yang dirancang sebagai pangadilan hokum. Ia menyatukan kumpulan-kumpulan dekrit dari lima paus terakhir menjadi suatu karya yang disebut Liber Extra. Karya inilah yang kemudian menjadi cikal bakal dokumen Acta Apostolica Sedis oleh Paus Pius X. Ia member dispensasi kepada Ordo Fransiskan tentang pemakaian tata upacara kanonik biasa yang begitu panjang dan membekali mereka dengan sebuah kumpulan doa dan tata upacara untuk ibadat dalam bentuk yang singkat yang disebut “brevir”. Ia menetapkan Fransiskus dari Asisi, Antonius dari Padua dan Dominikus di Guzman menjadi santo. Ia terpaksa mengadakan legislasi untuk inkuisisi, mengingat kaum awam sama sekali tidak kompeten di bidang yang pada dasarnya bersifat teologis. Gregorius wafat pada 22 Agustus 1241.
|